5 Nutrisi Untuk Sembuhkan Penyakit Autoimun

Lebih dari 250 juta orang yang menderita penyakit ini di seluruh dunia, autoimunitas menjadi masalah kesehatan yang umum terjadi dan memprihatinkan.

Kondisi autoimunitas adalah ketika sistem kekebalan tubuh menjadi tidak terkoordinasi dan mulai menyerang dirinya sendiri.

Pada banyak kasus ditemukan bahwa autoimunitas berhubungan dengan kekurangan nutrisi tertentu.

Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa 5 nutrisi utama ini sangat penting untuk menyembuhkan penyakit autoimun.

  1. Vitamin D

Vitamin D adalah salah satu nutrisi paling kuat yang bertanggung jawab untuk modulasi dan koordinasi sistem kekebalan tubuh.

Pada penyakit autoimun, sistem kekebalan mengalami kesulitan membedakan diri sendiri dari yang bukan diri (penjajah/benda asing).

Vitamin D membantu sistem kekebalan tubuh membuat perbedaan penting ini, yang mengurangi pembentukan penyakit autoimun (1).

Kekurangan vitamin D sangat umum di masyarakat kita karena penggunaan tabir surya dan jumlah paparan sinar matahari yang rendah.

Selain itu, rata-rata makanan yang dikonsumsi sangat kekurangan sumber makanan Vitamin D seperti daging organ dan ikan tertentu.

Manfaat vitamin D :

  1. Meningkatkan system kekebalan tubuh.
  2. Diperlukan untuk penyerapan kalsium
  3. Dibutuhkan untuk menjalankan fungsi thyroid yang sehat
  4. Membantu mencegah stress dan kepanikan (Anxiety)
  5. Penting untuk fungsi Neuromuskular

Tanda-tanda kekurangan vitamin D :

  1. Kelemahan otot
  2. Kelainan bentuk tulang
  3. Osteomalacia (tulang lemah)
  4. Osteoporosis (Tulang tipis)
  5. Rakhitis
  6. Imsomnia (suit tidur)
  7. Gangguan kognitif
  8. Myopia (rabun)

Penyebab kekurangan vitamin D :

  1. Kemampuan penyerapan atau metabolism vitamin D yang tidak normal
  2. Kebiasaan pola hidup yang selalu duduk berama-lama (tidak aktif bergerak)
  3. Penggunaan tabir surya secara rutin
  4. Asam lambung yang rendah
  5. Vitamin D bersifat larut dalam lemak yang artinya gangguan pada organ hati atau empedu kemungkinan berpengaruh pada kekurangan vitamin D.

Meningkatkan Vitamin D

Sinar matahari sejauh ini merupakan faktor terpenting dalam mengoptimalkan kadar vitamin D dalam tubuh Anda.

Paparan sinar matahari pada kulit tidak sekedar membantu menghasilkan vitamin D dalam bentuk sulfatnya, tetapi juga member manfaat unik bagi tubuh dibanding menggunakan suplemen vitamin D.

Nenek moyang kita sering makan daging organ dalam, seperti organ hati, yang merupakan sumber kaya vitamin D.

Sumber kaya dari vitamin D adalah ikan liar seperti salmon, sockeye dan sarden (alami bukan kalengan).

  1. Zinc (Seng)

Zinc adalah nutrisi penting untuk fungsi sistem kekebalan tubuh yang sehat. Kadar zinc yang tepat membantu mendukung kelenjar thymus dan pembentukan sel T helper, yang penting untuk koordinasi sistem kekebalan tubuh (2).

Penelitian telah menunjukkan bahwa kadar seng yang rendah secara kronis dapat menyebabkan atrofi kelenjar thymus yang menyebabkan pematangan sel T helper yang buruk dan ketidakseimbangan dalam cabang Th1 dan Th2 dari sistem kekebalan tubuh.

Ketidakseimbangan kekebalan inilah yang berkontribusi pada peradangan kronis dan penyakit autoimun.

Meningkatkan Asupan Zinc

RDA untuk asupan zinc dewasa sekitar 12 mg per hari, tetapi hasil terbaik terlihat dengan asupan 30-60mg.

Sumber makanan utama dari zinc adalah tiram mengandung sekitar 29,75 mg per porsi untuk 3,5 ons.

Sumber terbaik berikutnya adalah biji labu sekitar 7,81 mg seng per 3,5 ons. Akhirnya, organ hati, daging domba dan daging sapi yang dibesarkan di padang rumput adalah sumber makanan lain yang sangat baik.

Meskipun ada beberapa sumber zinc yang bagus, Anda dapat menggunakan suplemen zinc dengan sekitar 20-40mg zinc per hari dalam kasus penyakit autoimun.

  1. Glutathione

Glutathione adalah antioksidan paling kuat dalam tubuh manusia. Ia bertindak sebagai antioksidan sendiri sementara juga mengatur antioksidan lain di dalam tubuh.

Selain manfaat antioksidan, glutathione mendukung detoksifikasi yang sehat. Tindakan ini akan membantu menurunkan peradangan secara drastis, yang merupakan faktor utama dalam kondisi autoimun.

Glutathione juga telah diidentifikasi memainkan peran utama dalam fungsi sel darah putih dan regulasi sistem kekebalan tubuh.

Untuk alasan ini, glutathione telah diidentifikasi sebagai nutrisi kunci dalam pertempuran melawan penyakit autoimun (3).

Beberapa fungsi penting glutathione :

  1. Mengatur antioksidan pada beberapa sel
  2. Mengatur antiinflamasi pada beberapa sel
  3. Mengatur detoksifikasi pada beberapa sel
  4. Detoksifikasi utama pada logam berat
  5. Chelator -50 % lebih efektif sebagai terapi oral dalam menyingkirkan kandungan mercury.
  6. Pelindung utama DNA Mithochondrial (sumber tenaga dari sel)
  7. Pelindung utama dari nucleus sel dan DNA sel
  8. Pelindung utama dari sel imun dan imun system
  9. Meningkatkan system kardiovaskular
  10. Satu-satunya antioksidan yang dapat mendaur ulang dirinya sendiri
  11. Perlindungan utama dalam menyerang pencemaran kimia dan racun

Meningkatkan Asupan Glutathione

Jika ingin meningkatkan glutathione ke tingkat optimal berarti haru melakukan 3 hal: pola makan, gaya hidup, dan suplementasi.

Makanan utama saya untuk meningkatkan adalah, daging organik, taoge, bawang putih, bawang merah, serta herbal seperti kunyit, jahe, dan milk thistle. Makanan ini menyediakan blok bangunan untuk produksi glutathione di dalam tubuh.

Selanjutnya, ada beberapa faktor gaya hidup yang memengaruhi produksi glutathione. Ini termasuk hal-hal seperti tidur yang nyenyak, olahraga yang cukup, paparan sinar matahari yang sehat, dan menghindari racun lingkungan.

  1. Asam Lemak Omega 3

Asam lemak Omega 3 memainkan peran yang sangat penting dalam mengurangi penyakit autoimun. Dalam banyak kasus ditemukan bahwa dalam penyakit autoimun, ada ketidakseimbangan asam lemak yang signifikan dalam tubuh.

Dalam diet modern, konsumsi lemak tinggi omega 6 dari minyak olahan sedangkan asam lemak omega 3 hampir tidak ada.

Sementara semua asam lemak omega 6 tidak selalu dari sumber yang tepat, sangat penting untuk meningkatkan konsumsi omega 3 untuk menciptakan rasio yang seimbang dalam tubuh.

Peningkatan kadar omega 6 relatif terhadap omega 3 sangat terkait dengan jenis peradangan sistemik yang diindikasikan pada sebagian besar gangguan autoimun (4).

Aspek diet lain yang sangat penting untuk difokuskan adalah mendapatkan lemak sehat secara umum. Makanan modern saat ini penuh dengan sumber lemak bermasalah yang mnyebabkan inflamasi.

Daftar berikut adalah ringkasan yang bagus tentang lemak mana yang paling baik untuk dimasukkan dalam makanan Anda.

Lemak baik :

  • Mentega organik (butter)
  • Tallow
  • Ghee
  • Minyak kelapa (vco)
  • Minyak kelapa sawit
  • Minyak apukat
  • Minyak zaitun
  • Minyak ikan
  • Telur organic

Lemak buruk :

  • Minyak canola
  • Kedelai
  • Minyak bunga matahasi
  • Minyak jagung
  • Minyak safflower
  • Minyak biji anggur
  • Margarine
  • Minyak biji kapas
  • Minyak kacang

Meningkatkan Omega-3

Anda dapat meningkatkan tingkat omega 3 melalui 2 cara, melalui makanan kaya omega-3 dengan suplemen berkualitas tinggi.

Sangat perlu ditekankan untuk fokus pada DHA dan EPA omega 3 karena bagian ini memiliki dampak paling besar terhadap penyembuhan dari autoimunitas.

Sumber makanan utama untuk asam lemak ini adalah ikan liar. Ini adalah pilihan utama karena kandungan omega 3 yang tinggi tanpa banyak masalah logam berat sepeti pada ikan lainnya.

Untuk suplementasi omega 3, direkomendasikan minyak ikan yang dimurnikan dari ikan yang lebih kecil seperti ikan sarden dan ikan teri.

Silahkan bijak dalam memilih suplemen omega-3 yang akan Anda gunakan.

  1. Probiotik

Satu penyebab umum dan besar lainnya dengan pasien autoimun adalah mereka hampir selalu menderita semacam ketidakseimbangan bakteri dalam usus.

Memiliki keseimbangan bakteri yang sehat adalah kunci untuk memiliki saluran pencernaan yang sehat dan fungsi kekebalan tubuh yang tepat.

Dysbiosis juga sangat terkait dengan peradangan yang secara langsung dapat meningkatkan autoimunitas.

Hubungan microbiome ke autoimunitas bahkan sedang diteliti untuk perawatan klinis autoimunitas (5).

Sayangnya, di zaman modern ini kita melakukan banyak hal yang justru menghancurkan bakteri baik di dalam usus kita.

Seperti air keran, pestisida pada tanaman, pemanis buatan, antibiotik, makanan olahan, alkohol, dan daftar yang banyak lagi.

Jadi prioritas pertama adalah benar-benar bekerja untuk mendapatkan mikrobioma ini menghancurkan racun dari kehidupan kita, kemudian mengisi kembali usus dengan bakteri yang sehat.

Jika Anda memiliki penyakit autoimun, seperti – diabetes, Hashimoto, lupus, diabetes tipe 1, rheumatoid arthritis, gangguan terkait gluten, IBS, psoriasis, addison dan lainnya – usia Anda mungkin satu dekade lebih pendek daripada seseorang tanpa penyakit.

Sebagian dari masalahnya terletak pada cara pengobatan konvensional “mengobati” penyakit autoimun dengan pil (obat kimia), yang gagal mencapai hasil yang berarti.

Rasa sakit fisik, kimia, dan emosional yang diakibatkan oleh kondisi ini, dan kegagalan kita untuk memperlakukan mereka dengan semestinya, berdampak pada jutaan orang di seluruh dunia – dan itu tidak harus terjadi.

Sumber referensi penulisan artikel ini :
1. Maruotti, N., & Cantatore, F. P. (2010). Vitamin D and the immune system. Journal of Rheumatology. PMID: 21527855
2. Hojyo, S., & Fukada, T. (2016). Roles of Zinc Signaling in the Immune System. Journal of Immunology Research, 2016. PMID: 27872866
3. Perricone, C., De Carolis, C., & Perricone, R. (2009). Glutathione: A key player in autoimmunity. Autoimmunity Reviews. PMID: 19393193
4. Fenton, J., Hord, N., Ghosh, S., & Gurzell, E. (2013). Long chain omega-3 fatty acid immunomodulation and the potential for adverse health outcomes. Prostaglandins Leukot Essent Fatty Acids, 1–26. PMID: 24183073
5. Rosser, E. C., & Mauri, C. (2016). A clinical update on the significance of the gut microbiota in systemic autoimmunity. Journal of Autoimmunity. PMID: 27481556

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.