7 Manfaat Puasa Dan Jenis Puasa Terbaik Untuk Kesehatan

Bayangkan jika Anda mampu me-restart metabolisme Anda, merasakan lebih banyak energi dan menikmati berbagai macam manfaat kesehatan tanpa harus menghitung kalori atau tetap menjalankan rencana pola makan yang ketat.

Yup…jika anda ingin mendapatkan manfaat tersebut, itu semua bisa didapatkan dalam puasa.

Definisi Puasa

Banyak saran diet di luar sana menyarankan puasa dalam artian “ tidak makan”. Tentu saja, berpuasa tidak sama dengan melaparkan diri sendiri, yang banyak orang pikirkan ketika mereka mendengar “puasa.”

Namun, puasa juga bukan diet. Definisi literal dari puasa adalah tidak makan dan minum dari periode waktu tertentu; sudah ada selama ribuan tahun, karena puasa rohani adalah bagian dari banyak agama.

Tetapi dalam konteks ini, saya lebih suka melihat puasa hanya sebagai perubahan dalam pola makan.

Dalam artian, Anda merubah pola makan Anda yang mungkin awalnya 3 kali sehari atau beberapa porsi makanan kecil sepanjang hari, diubah menjadi berapa jam sehari atau hari-hari tertentu dalam seminggu.

Selama waktu itu, Anda bisa makan apa pun yang Anda inginkan. Tentu saja, ada aturan dalam menjalankan perubahan pola makan tersebut.

Jika Anda makan makanan olahan (makanan siap saji, fast food, makanan kalengan)dan keripik kentang, maka Anda tidak akan mendapatkan manfaat dari puasa.

Jika Anda seperti itu, saya sarankan untuk memeriksa  pola makan Anda sebelum menjalankan puasa.

Tetapi jika Anda berlatih berpuasa dan berpegang pada pola makan sebagian besar makanan, kaya buah, sayuran, protein tanpa lemak, lemak sehat dan susu mentah, Anda akan melihat perubahan dalam kesehatan Anda.

Kunikan dari puasa adalah bahwa tidak ada satu cara yang “benar” untuk melakukannya. Bahkan, ada beberapa jenis puasa yang sedang popular, namun bukan berarti jenis yang satu lebih baik daripada jenis yang lain.

Berbagai Jenis Puasa

Puasa Intermiten

Jenis puasa ini juga dikenal sebagai puasa siklik. Puasa intermiten adalah jenis puasa dengan menerapkan aturan makan hanya dalam jangka waktu tertentu dalam sehari.

Puasa ini tidak meminta kita untuk menghindari atau mengkonsumsi makanan khusus. Metode yang popular dari puasa ini adalah, melewatkan sarapan dan mulai kosumsi makanan jam 12 siang, dan menutup makan dalam sehari pada jam 8 malam.

Ini artinya kita berpuasa berkisar antara 14 hingga 18 jam dalam sehari terhitung mlai dari kita berhenti makan, tidur sampai ke jam 12 siang.

Metode Puasa Membatasi Waktu Makan

Jika Anda berlatih makan dengan metode mambatasi waktu makan, Anda bisa menjauhkan diri dari makanan antara 12–16 jam. Namun, selama waktu makan Anda, Anda dapat makan sebanyak-banyaknya makanan sehat sesuka Anda.

Ini juga adalah salah satu metode puasa yang paling umum.

Membatasi waktu makan cukup sederhana untuk diterapkan. Jika Anda selesai makan malam pada jam 7 malam, misalnya, Anda tidak akan makan apa-apa lagi sampai setidaknya pukul 7 pagi.

Ini adalah cara yang baik untuk memperkenalkan puasa ke gaya hidup dan bereksperimen tanpa melakukan perubahan besar.

Metode Puasa 16/8

Pada dasarnya puasa ini adalah nama lain untuk pembatasan waktu makan, di sini Anda akan berpuasa selama 16 jam sehari dan kemudian boleh makan 8 jam lainnya.

Metode Puasa Pada Hari Yang Berbeda

Metode ini Anda disarankan untuk sangat membatasi jumlah kalori yang Anda makan selama hari-hari puasa, kemudian makan bebas pada hari-hari non-puasa.

Jika pada hari biasa Anda makan 2000 kalori, maka pada hari puasa Anda konsumsi kalori hanya 25 % saja atau sekitar 500 kalori.

Metode Puasa 5:2

Metode ini menerapkan sekitar 500 – 600 kalori per 1 atau 2 hari dalam seminggu kemudian makan dengan normal selama lima hari dalam seminggu.

Metode Puasa Prajurit

Pada metode ini, Anda akan makan buah-buahan dan sayuran di siang hari dan kemudian makan makanan yang lebih besar dan padat di malam hari.

Metode Puasa Daniel

Ini adalah jenis puasa rohani. Didasarkan dari pengalaman Daniel dalam Kitab Daniel, Daniel berpuasa dengan hanya makan sayuran, buah-buahan dan makanan sehat lainnya, tetapi daging, susu, biji-bijian dan minuman seperti kopi, alkohol, dan jus dihindari.

Kebanyakan orang menjalankan puasa ini selama 21 hari untuk mengalami terobosan spiritual, memiliki lebih banyak waktu untuk merenungkan hubungan mereka dengan Tuhan atau hanya untuk merasa lebih dekat dengan apa yang akan dialami Daniel pada zamannya.

4 Langkah Cara Untuk Berpuasa :

Siap mencoba puasa ? Berikut cara membuat puasa menjadi lebih mudah.

  1. Tentukan jenis puasa apa yang akan Anda lakukan.

Saya merekomendasikan metode yang gampang yaitu, membatasi waktu makan, dimulai dengan 12 jam puasa. Jika setelah beberapa hari Anda merasa nyaman, Anda dapat meningkatkan puasa hingga 14 jam dan hingga 18; Saya tidak menyarankan puasa lebih lama dari itu.

Jika anda sudah terbiasa melakukan puasa sebelumnya, maka Anda boleh mencoba metode berpuasa yang lebih ketat seperti seperti berpuasa pada hari yang berbeda.

  1. Tentukan beberapa sasaran/tujuan puasa Anda.

Apa yang ingin Anda capai dengan berpuasa? Menurunkan berat badan, menjadi lebih sehat, merasa lebih baik, memiliki lebih banyak energi? Tuliskan dan taruh di tempat yang sering Anda lihat selama menjalankan puasa.

  1. Buat menu dan stok makanan di kulkas.

Sebelum memulai puasa, putuskan kapan waktu Anda makan dan apa yang akan Anda makan. Dengan mennyiapkan semuanya di awal sebelum menjalankan puasa akan mengurangi kerepotan, terutama untuk menghindari Anda merasa dapat memakan segala sesuatu yang terlihat “karena Anda bisa.”

Jika Anda sudah terbiasa berpuasa, Anda mungkin merasa tidak perlu memilah-milah makanan sebelumnya, namun dengan menyiapkan berbagai makanan sehat di kulkas, menjalankan puasa akan jauh lebih mudah.

  1. Dengarkan tubuh Anda.

Puasa membutuhkan waktu agar tubuh terbiasa, karena tubuh Anda membuang kebiasaan lama dan belajar kebiasaan baru.

Tapi,tetaplah dengarkan tubuh Anda ! Jika Anda berada di jam 10 dari 16 jam berpuasa Anda benar-benar membutuhkan camilan, maka jangan ragu untuk makan cemilan sehat.

Jika waktu puasa Anda sudah habis tetapi Anda belum lapar, tunggulah sampai Anda merasa lapar. Tidak ada aturan yang baku dalam menjalankan puasa.

Pertanyaan Umum Tentang Puasa

Berapa lama saya harus berpuasa ?

Tidak ada ukuran waku yang baku untuk menjalankan puasa, meskipun ada anjuran waktu tertentu seperti 14-18 jam. Daripada berfokus pada berapa lama Anda harus berpuasa, lebih baik untuk memikirkan beberapa hal tentang puasa seperti :

  • Jika Anda benar-benar lapar, makanlah sesuatu. Jangan diabaikan, jika tidak, Anda akan menghabiskan waktu Anda a) lapar b) stres karena lapar dan c) lapar dan stres (atau bahkan marah (emosi)!).
  • Jika Anda masih dalam tahap pemula dalam makan makanan yang baik, pilihlah makanan utuh dan organik.
  • Apakah Anda sedang berlatih untuk sebuah acara besar, seperti maraton atau olah raga tertentu ? Maka ini mungkin bukan saat yang tepat untuk mencoba berpuasa. Bicaralah dengan pelatih dan dokter Anda terlebih dahulu.
  • Sekali lagi, dengarkan tubuh Anda!

Cairan apa yang boleh saya konsumsi ?

Ini tergantung pada jenis puasa apa yang sedang Anda jalankan. Jika Anda menjalankan metode puasa membatasi waktu makan, maka disaarankan untuk minum minuman tanpa kalori seperti air putih biasa.

Jika Anda sedang menjalani metode puasa pada hari yang berbeda, secara teknis And adapt minum apapun yang Anda suka – tetapi ingat, nilai kalori minuman ini juga harus dihitung.

Apakah Anda lebih suka menghabiskan 100 kalori dengan memakan sebuah apel atau segelas susu? Itu terserah Anda.

Yang paling penting jangan minum alkohol selama puasa.

BIsakah saya berolah raga sambil berpuasa ?

Pada umumnya, Anda bisa berolahraga sambil berpuasa. Pada beberapa orang yang menjalankan metode puasa membatasi waktu makan, mereka merasa lebih bersemangat berolahraga di pagi hari.

Pada metode puasa yang lebih ketat, hari-hari puasa Anda yang rendah kalori mungkin membuat Anda merasa lesu.

Jika itu yang terjadi, Anda dapat mempertimbangkan melakukan yoga dengan egrakan sederhana saja.

Seperti biasa, dengarkan tubuh Anda sendiri. Jangan memaksakan diri dan sesuaikan dengan keadaaan tubuh Anda.

7 Manfaat Puasa

  1. Puasa adalah metode yang sangat baik untuk menurunkan berat badan.

Ada penelitian yang mendukung puasa sebagai metode yang sangat baik untuk menurunkan berat badan. Satu penelitian tahun 2015 menemukan bahwa metode puasa pada hari yang berbeda dapat memangkas berat badan hingga 7 % dan memangkas lemak tubuh hingga 5,44 kg. (1)

Penelitian lain, dari University of Southern California, menemukan bahwa ketika 71 orang dewasa melakukan puasa lima hari (makan antara 750 dan 1.100 kalori per hari) setiap 3 bulan sekali, mereka kehilangan rata-rata 2,72 kg, berkurangnya tingkat peradangan dan lingkar pinggang mereka dan kehilangan total lemak tubuh tanpa mengorbankan massa otot. (2)

Jika Anda ingin menurunkan berat badan dan menghilangkan lemak perut, berpuasa meskipun tidak teratur bisa menjadi kuncinya.

  1. Puasa meningkatkan sekresi hormon pertumbuhan manusia.

Hormon pertumbuhan manusia, atau HGH, secara alami diproduksi oleh tubuh, tetapi tetap aktif dalam aliran darah hanya selama beberapa menit.

Sangat efektif digunakan untuk mengobati obesitas dan membantu membangun massa otot, penting untuk membakar lemak.

HGH juga membantu meningkatkan kekuatan otot, yang dapat membantu meningkatkan latihan Anda juga.

Kombinasikan manfaat hormone ini bersama-sama dan Anda memiliki mesin pembakar lemak yang efektif di tangan Anda.

  1. Puasa baik untuk atlet.

Puasa telah ditemukan memiliki efek positif pada massa tubuh serta penanda kesehatan lainnya pada atlet profesional. Ini karena puasa dapat secara efektif mengurangi kelebihan lemak, sekaligus mengoptimalkan pertumbuhan otot, karena produksi HGH.

Secara tradisional, atlet disarankan untuk mengkonsumsi protein berkualitas tinggi 1/2 jam setelah menyelesaikan latihan mereka (nutrisi pasca-latihan) untuk secara bersamaan membangun otot dan mengurangi lemak.

Puasa disarankan untuk hari-hari pelatihan, sementara makan dianjurkan pada hari-hari pertandingan.

  1. Puasa sangat bagus untuk menormalkan sensitivitas insulin.

Ketika tubuh Anda mendapat terlalu banyak karbohidrat dan gula, ia dapat menjadi resisten terhadap insulin, yang sering membuka jalan bagi sejumlah penyakit kronis, termasuk diabetes tipe-2.

Jika Anda tidak ingin mengalami hal ini, sangat penting untuk menjaga tubuh Anda sensitif terhadap insulin. Puasa adalah cara yang efektif untuk melakukan ini.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam World Journal of Diabetes menemukan bahwa puasa intermiten pada orang dewasa dengan diabetes tipe-2 memperbaiki masalah kesehatan orang-orang tersebut, termasuk kelebihan berat badan dan kadar glukosa mereka. (3)

Dan penelitian lain menemukan bahwa puasa intermiten sama efektifnya dengan pembatasan kalori dalam mengurangi lemak visceral, puasa insulin dan resistensi insulin. (4)

Jika Anda sedang berjuang dengan masalah pra-diabetes atau sensitifitas insulin, puasa intermiten dapat membantu menormalkan banyak hal.

  1. Puasa dapat menormalkan tingkat ghrelin.

Apa itu ghrelin? Ini sebenarnya juga dikenal sebagai hormon lapar, karena bertanggung jawab untuk memberi tahu tubuh Anda bahwa ia lapar.

Diet dan makan yang benar-benar terbatas sebenarnya dapat meningkatkan produksi ghrelin, yang akan membuat Anda merasa lapar.

Tetapi ketika Anda berpuasa, Anda sebenarnya sedang menormalkan level ghrelin. Pada akhirnya, Anda tidak akan merasa lapar hanya karena itu adalah waktu makan Anda yang biasanya.

Sebaliknya, tubuh Anda akan menjadi lebih mahir dalam membedakan kapan sebenarnya membutuhkan makanan kapan tidak butuh makan.

  1. Puasa dapat menurunkan kadar trigliserida.

Ketika Anda mengonsumsi terlalu banyak kolesterol jahat, kadar trigliserida Anda akan naik, meningkatkan risiko penyakit jantung.

Puasa intermiten dapat menurunkan kadar kolesterol jahat, menurunkan trigliserida dalam darah. (5) Hal lain yang menarik untuk dicatat adalah bahwa puasa tidak mempengaruhi kadar kolesterol baik dalam tubuh.

  1. Puasa dapat memperlambat proses penuaan.

Meskipun belum terbukti pada manusia, penelitian awal pada tikus tampaknya menghubungkan puasa intermiten dengan peningkatan umur panjang.

Satu penelitian menemukan bahwa puasa intermiten menurunkan berat badan dan meningkatkan rentang hidup pada tikus (6).

Penelitian lain menemukan bahwa sekelompok tikus yang berpuasa intermiten hidup lebih lama daripada kelompok yang makan biasa (tidak puasa), meskipun mereka lebih berat daripada tikus yang tidak puasa. (7)

Tentu saja, tidak jelas bahwa hasil yang sama akan terjadi pada manusia, tetapi tanda-tanda ini merupakan kabar gembira.

Tindakan Pencegahan Terkait Puasa

Manfaat kesehatan dari berpuasa sangat menarik, tetapi saya ingin menekankan bahwa puasa tidak selalu “harus” untuk semua orang.

Orang yang menderita hipoglikemia dan penderita diabetes mungkin harus menghindari puasa, sampai kadar glukosa darah dan insulin telah dinormalisasi.

Wanita hamil dan menyusui seharusnya tidak boleh puasa, karena dapat memiliki efek negatif pada bayi yang dikandung atau sedang disusui.

Selain itu, jika Anda mengkonsumsi obat tertentu atau memiliki kondisi kesehatan lainnya, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika ingin memulai puasa.

Namun, untuk sebagian besar manusia, puasa intermiten dapat menjadi meted yang sangat membantu dalam mengelola berat badan dan kesehatan Anda.

Kesimpulan Akhir

  • Puasa adalah perubahan dalam pola makan. Daripada mengatur jenis makanan dan waktu makan, Anda akan memiliki jendela makan.
  • Ada banyak jenis puasa. “Puasa intermiten” adalah puasa yang paling umum dan mudah dilakukan juga mencakup beberapa jenis puasa yang berbeda.
  • Memutuskan jenis puasa apa yang Anda lakukan, apa yang Anda harapkan dari puasa tersebut menyediakan makanan sehat di kulkas akan sangat membantu kesuksesan puasa.
  • Manfaat kesehatan puasa mulai dari penurunan berat badan, menormalkan sensitifitas insulin dan mungkin bahkan memperlambat proses penuaan.
  • Jika Anda sedang hamil atau menyusui, Anda harus menghindari puasa. Jika Anda menderita diabetes, atau kondisi medis yang serius atau sedang mengonsumsi obat resep dokter, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda sebelum memulai puasa.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.