Gejala, Penyebab + 5 Cara Sembuhkan Insomnia Secara Alami

Di zaman modern sekarang ini keluhan yang paling banyak ditemukan pada orang dewasa adalah “Tidak bisa tidur”.

Jika Anda memiliki keluhan susah tidur, Anda bergumul dengan insomnia, atau Anda sering terbangun di malam hari, maka Anda tidak sendirian.

Berdasarkan penelitian 30-50 % populasi manusia menderita insomnia akut (jangka pendek) pada waktu tertentu, dan hingga 10 % menderita insomnia kronis yang berlangsung lebih dari beberapa bulan. (1)

Apa sebenarnya insomnia ? Mengalami insomnia adalah cara lain untuk mengatakan bahwa Anda tidak bisa tidur atau tetap tertidur.

Faktanya, ada banyak penyebab insomnia yang harus Anda pertimbangkan yang mungkin menjadi akar masalah penyebab insomnia Anda.

Misalnya, Anda memiliki siklus tidur-bangun yang tidak teratur, makan makanan yang tidak sehat, sakit kronis dan stres secara emosional juga dapat mengganggu kemampuan Anda untuk tidur.

Insomnia lebih sering mempengaruhi wanita daripada pria dan lebih mungkin mempengaruhi orang dewasa yang lebih tua, orang-orang dari status sosial ekonomi (pendapatan) yang lebih rendah, pecandu alkohol kronis, dan orang dengan kondisi kesehatan mental seperti depresi.

Di bawah ini, saya akan memandu Anda pada solusi insomnia yang menurut saya bekerja paling baik. Saya akan memberikan langkah-langkah tepat yang perlu Anda ikuti untuk mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik, termasuk kiat untuk membantu Anda tertidur lebih cepat dan tetap tertidur sepanjang malam.

Apa itu Insomnia ?

Apa artinya jika Anda mengalami insomnia? Definisi insomnia adalah “kebiasaan sulit tidur atau ketidakmampuan untuk tidur.”

Semua orang berjuang untuk mendapatkan tidur malam yang baik setiap waktu, tetapi penderita insomnia berbeda, mereka memiliki masalah yang berkelanjutan.

Seseorang yang menderita insomnia tidak dapat tidur meskipun memiliki kesempatan untuk mendapatkan tidur yang baik ( misalnya, Anda tetap tidak bisa tidur meskipun Anda berbaring di tempat tidur selama berjam-jam di malam hari).

Insomnia menyebabkan kurang tidur dan biasanya kelelahan di siang hari, bahkan menurut Sleep Foundation, insomnia juga dapat menyebabkan sejumlah masalah fisik dan mental lainnya.

Orang yang menderita insomnia biasanya melaporkan perasaan murung, tidak puas dengan kurangnya energi yang mereka miliki dan frustrasi sehingga mereka tidak dapat berkonsentrasi atau bekerja di tempat kerja atau di sekolah.

Tahukah Anda bahwa ada berbagai jenis insomnia yang ditandai dengan gejala dan penyebabnya?  Berikut yang termasuk jenis-jenis insomnia:

 Insomnia akut  bersifat singkat dan biasanya terjadi sebagai respons terhadap peristiwa yang membuat stres atau terjadi kejadian besar dalam hidup. Jenis ini berlangsung kurang dari 3 minggu dan dapat menyebabkan tidur gelisah beberapa kali per minggu.

Hal ini biasanya dipicu oleh sesuatu yang membuat Anda merasa khawatir, kesal atau gugup, seperti ada tugas besar di tempat kerja, ujian, masalah kesehatan, atau perubahan hubungan. Biasanya, insomnia akut hilang setelah peristiwa yang menegangkan itu telah berlalu, atau setidaknya setelah Anda mampu menerima kenyataannya.

 Insomnia kronis  berlangsung setidaknya 3 s/d 4 minggu dan terjadi setidaknya 3 x per minggu. Ada banyak alasan berbeda mengapa seseorang menderita insomnia kronis yang sedang berlangsung.

Untuk membantu menyembuhkan insomnia kronis biasanya membutuhkan perubahan gaya hidup, mengatasi penyebab stres, dan kadang-kadang konsultasi dengan profesional medis (seperti terapis atau dokter) untuk membuat rencana perawatan.

 Comorbid Insomnia  : Comorbid insomnia adalah ketika kesulitan tidur terjadi karena kondisi kesehatan lain yang menyebabkan perubahan dalam tidur. Beberapa kondisi medis, seperti depresi, dapat menyebabkan insomnia, dan rasa sakit atau kondisi otot, seperti sakit punggung, dapat membuat sulit tidur atau tetap tidur nyenyak.

Kategori insomnia yang sama disebut insomnia psikofisiologis, yaitu ketika gejala insomnia disebabkan oleh faktor kognitif, perilaku, dan psikologis.

 Sleep onset atau Initial insomnia : Kasus ini adalah ketika seseorang mengalami kesulitan untuk tidur pada awal hendak tidur, tetapi tidak cenderung bangun di tengah malam.

 Maintenance atau Middle insomnia  : Ini terjadi ketika seseorang sulit mempertahankan tidur yang nyenyak dan sering terbangun di tengah malam.

Late atau Terminal Insomnia : Ini terjadi ketika seseorang bangun terlalu pagi dan tidak dapat kembali tidur.

Penyebab Insomnia

Apa penyebab insomnia? Tidak bisa tidur sangat terkait dengan stres dan perubahan dalam produksi hormon dan tingkat neurotransmiter di otak yang diketahui bertugas untuk mengatur tidur dan terjaga. Beberapa alasan paling umum bahwa seseorang mungkin menderita  insomnia meliputi: (5)

  • Tidak memiliki kebiasaan “tidur yang sehat”, seperti begadang, bekerja atau menonton TV. Minum alkohol dan kafein atau makan makanan manis / olahan mendekati waktu tidur juga dapat mengganggu tidur.
  • Tidak tidur di kamar yang sangat gelap atau cukup sejuk. Lampu di kamar tidur Anda terlalu terang dan panas sehingga membuat Anda terjaga di malam hari.
  • Sedang menderita stres kronis atau stres akut karena perubahan atau keadaan hidup tertentu.
  • Perubahan suasana lingkungan, seperti ketika Anda berkunjung ke suatu tempat yang baru.
  • Tidak melakukan tidur-bangun secara teratur. Misalnya, kerja shift dapat mengganggu pola tidur karena mengganggu ritme kebiasaan tubuh Anda. Kita mendapatkan tidur terbaik ketika kita bangun dan tidur pada waktu yang hampir bersamaan setiap hari.
  • Memiliki gangguan kesehatan mental seperti kecemasan atau depresi. Insomnia kronis dianggap “komorbid” (gangguan umum yang terjadi pada saat yang sama dengan yang lain) dan umumnya terkait dengan masalah medis atau kejiwaan lainnya.
  • Sedang sakit atau menderita masalah kesehatan yang menyebabkan masalah pencernaan pada malam hari.
  • Nyeri kronis yang membuat sulit untuk merasa nyaman, seperti nyeri punggung bawah, radang sendi atau nyeri leher.
  • Sleep apnea dan masalah pernapasan lainnya
  • Masalah gangguan pergerakan.
  • Menggunakan obat tertentu (seperti obat psikotropika), seperti yang menyebabkan peningkatan denyut jantung, kegelisahan, sering buang air kecil di malam hari, dll. Ini termasuk obat-obatan yang digunakan untuk mengobati pilek, alergi hidung, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyakit tiroid, pil KB, asma dan depresi.

Gejala Insomnia

Untuk memahami apa itu insomnia, maka gejala berikut menjadi kunci untuk memahaminya :

  • Kesulitan tidur atau sering terbangun di malam hari. Kesulitan tidur adalah masalah “sleep onset”, sementara kesulitan untuk tetap tidur nyenyak adalah masalah “maintenance sleep”.
  • Merasa tertekan ketika mencoba untuk tidur, biasanya pikiran menjadi kacau ketika sedang berbaring di tempat tidur, atau mengalami nganguan fisiktidak nyaman).
  • Merasa lelah saat siang hari. Ini dapat menyebabkan konsentrasi dan fokus yang buruk, kesulitan mengingat dan gangguan koordinasi motorik.
  • Suasana hati buruk, iritabilitas dan kesulitan dengan interaksi sosial.
  • Mengurangi kualitas hidup dan meningkatkan risiko menderita depresi, kegemukan dan penyakit kardiovaskular. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa dengan insomnia hampir 4 x lebih mungkin mengalami depresi dibandingkan mereka yang tidak memiliki insomnia.
  • Kinerja yang menurun dan risiko yang lebih tinggi mengalami kecelakaan kendaraan bermotor, kecelakaan yang berhubungan dengan pekerjaan dan kesalahan pekerjaan lainnya. Semua ini meningkatkan kemungkinan mengalami beberapa jenis kecacatan.

Pengobatan Insomnia Konvensional

Bagaimana cara menyembuhkan insomnia, menurut pengobatan konvensional? Tidak ada “obat” untuk insomnia, tetapi lebih kepada cara untuk membantu mencegah dan mengelolanya.

Perawatan insomnia dapat bersifat non-farmakologis (non-medis) dan farmakologis (medis, seperti menggunakan obat resep).

Banyak ahli merasa bahwa menggabungkan perawatan medis dan non-medis menghasilkan hasil yang paling bagus.

Beberapa pendekatan pengobatan yang dapat digunakan dokter dan terapis untuk mengelola gejala insomnia meliputi:

  • Cognitive Behavior Therapy (CBT) teknik untuk membantu mengatasi penyebab stres.
  • Perubahan gaya hidup untuk mendukung pola tidur yang lebih baik. Kebanyakan dokter setuju bahwa beberapa solusi insomnia terbaik termasuk olahraga, makan makanan yang sehat dan mengurangi kafein, alkohol dan penggunaan narkoba.
  • Dalam beberapa kasus ketika dianggap perlu, penggunaan obat termasuk obat penenang benzodiazepine dan obat penenang non-benzodiazepine. Jika dokter atau penyedia layanan kesehatan Anda menentukan bahwa Anda akan mendapat manfaat dari obat-obatan untuk insomnia, ia mungkin akan meresepkan salah satu dari jenis obat berikut :
  • Benzodiazepin: Ini adalah jenis pil tidur yang digunakan untuk menginduksi tidur untuk jangka waktu yang lama. Efek-efek sampingan yang mungkin dari jenis-jenis obat ini termasuk gejala-gejala mengantuk di siang hari, ketidakstabilan, kebingungan dan gangguan memori. Contoh benzodiazepin termasuk Ativan, Valium, dan Doral.
  • Non-benzodiazepine hipnotik: Non-benzodiazepin (juga disebut sebagai “obat Z”) adalah obat penenang yang digunakan untuk mengobati insomnia karena bertindak pada reseptor GABA. Jenis obat ini telah menjadi agen hipnotik yang paling umum diresepkan di dunia. Efek samping yang mungkin dari obat-obatan Z termasuk kehilangan ingatan, efek fisik dan psikomotor, seperti jatuh atau kecelakaan mobil, kelelahan dan gejala penarikan. Contoh non-benzodiazepin termasuk Lunesta, Sonata, Ambien, Edluar dan Intermezzo.
  • Melatonin receptor agonists : Jenis obat ini digunakan untuk mengobati insomnia, gangguan tidur dan depresi. Obat-obat ini mengikat dan mengaktifkan reseptor melatonin, membantu meningkatkan ritme sirkadian dan pola tidur Anda. Jenis umum melatonin receptor agonist adalah Rozerem, yang dapat menyebabkan pusing dan ngantuk di siang hari.
  • Penggunaan melatonin, hormon yang dilepaskan oleh kelenjar pineal sebagai respons terhadap kegelapan yang membantu mengatur ritme sirkadian dan siklus tidur-bangun.
  • Penggunaan jangka pendek antihistamin yang memiliki sifat penenang, seperti diphenhydramine (Benadryl), yang menyebabkan kantuk.

5 Cara Sembuhkan Insomnia

Jadi, apa yang harus Anda lakukan ketika Anda tidak bisa tidur? Berikut adalah solusi insomnia terbaik yang saya sarankan untuk diterapkan:

  1. Ubah Diet Anda

Langkah No 1 dalam mengatasi insomnia dan kurang tidur adalah mengubah pola makan Anda. Mungkin banyak orang yang sepele ketika mendengar bahwa makanan yang mereka makan bisa membuat mereka tidak tertidur; ingat,  diet Anda memainkan peran besar dalam produksi hormon dan neurotransmitter normal, yang merupakan kunci yang membuat Anda merasa rileks dan mengantuk.

Waktu makan juga dapat memengaruhi tidur Anda – cobalah untuk tidak tidur dalam keadaan lapar, karena kadar gula darah rendah dapat membangunkan Anda. Di sisi lain, Anda juga tidak boleh makan tepat sebelum Anda tidur.

Kebanyakan orang seharunya makan sekitar 2–4 jam sebelum tidur.

Sebelum Anda pergi tidur, saya sarankan Anda menghindari konsumsi karbohidrat dan gula. Jika Anda mengonsumsi terlalu banyak gula dan karbohidrat di malam hari, tubuh Anda akan bersemangat dan berenergi, yang menganggu Anda untuk tidur dengan nyenyak.

Itu berarti Anda harus menjauhkan gula, biji-bijian, dan asupan karbohidrat secara keseluruhan sebelum tidur, berhati-hatilah dan hindari makanan dari produk olahan biji-bijian (seperti es krim, kue, roti, dll.).

Untuk masalah insomnia jangka panjang, disaranakan untuk konsumsi lemak sehat dalam diet Anda untuk membantu Anda tertidur segera setelah kepala Anda menyentuh bantal. Sebagai contoh : alpukat dan yogurt organik (tanpa gula) dapat member manfaat baik di sini, karena makanan tersebut mengandung banyak asam lemak yang sehat, ditambah magnesium dan potasium.

Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka menderita kalium rendah atau memiliki tanda kekurangan magnesium, karena keduanya merupakan nutrisi penting yang Anda butuhkan untuk membantu tubuh Anda merasa rileks sehingga Anda dapat tidur.

Berikut makanan terbaik yang disarankan jika Anda menderita insomnia:

 Makanan tinggi triptofan  — asam amino ini merangsang produksi serotonin, yang membantu mendorong relaksasi. Makanan tinggi tryptophan berikut ini juga mengandung tinggi protein, seperti kalkun, ayam atau tuna. Namun, jangan makan protein berlebih untuk meningkatkan penyerapan triptofan – cara terbaik untuk meningkatkan kadar triptofan di otak adalah dengan mengonsumsi makanan seimbang yang mencakup beberapa karbohidrat kompleks, protein, dan lemak. (11) Makan malam seperti ini dapat membantu Anda merasa lebih mengantuk setelahnya.

 Karbohidrat kompleks  – Karbohidrat juga dapat membantu produksi serotonin, tetapi lebih baik untuk memilih karbohidrat kompleks yang lebih sehat. Cobalah untuk memasukkan sayuran bertepung seperti butternut squash atau ubi jalar dalam makan malam Anda untuk membantu melepaskan serotonin.

 Susu mentah organik  – Meskipun susu bisa menjadi masalah bagi sebagian orang, segelas susu mentah sebelum tidur memang membantu banyak orang untuk tidur lebih nyenyak. Produk-produk susu organik yang tidak manis adalah yang terbaik. Susu A2 direkomendasikan dari kambing, domba atau sapi A2.

 Makanan tinggi magnesium  – Magnesium dikenal sebagai mineral “relaksasi”, mineral ini juga mengatasi masalah kram otot dan sakit kepala yang mungkin membuat Anda terjaga. Sertakan sayuran berdaun hijau, wijen dan biji bunga matahari, cokelat mentah, susu fermentasi / mentah, dan oat dalam diet Anda untuk meningkatkan asupan magnesium Anda.

 Vitamin B  – Daging organik, hati, dan sayuran berdaun hijau semuanya tinggi vitamin B, termasuk vitamin B12. Vitamin B mendukung sistem saraf dan beberapa orang melaporkan bahwa gejala insomnia mereka berkurang secara drastis begitu mereka mulai mengonsumsi vitamin B-kompleks. (12)

Ini adalah makanan dan minuman yang saya sarankan Anda batasi atau hindari untuk mendapatkan tidur yang lebih baik:

 Kafein  – Jangan konsumsi kafein setelah tengah hari atau jika Anda mengalami kesulitan tidur. Cobalah beralih dari kopi ke teh hijau jika memungkinkan, karena teh memiliki kandungan kafein yang lebih rendah dan banyak manfaat kesehatan.

 Alkohol  – Berhenti minum alkohol setidaknya 2 jam sebelum tidur dan minum secukupnya. Cobalah minum tidak lebih dari 1 minuman beralkohol per jam dan idealnya tidak lebih dari 1-2 minuman per hari.

 Makanan penyebab alergi  – Alergi makanan dapat menyebabkan kegelisahan, masalah pencernaan dan gejala lain yang menyebabkan insomnia. Hindari kelompok makanan seperti susu, gluten, kerang atau kacang jika makanan ini menyebabkan ketidaknyamanan bagi Anda.

 Gula  – Perubahan kadar gula darah dapat menyebabkan gejala kecemasan / kegelisahan dan kesulitan tidur. Hindari makanan tinggi gula dan beralihlah menggunakan ekstrak stevia organik sebagai pemanis makanan.

 Lemak olahan  – Terlalu banyak lemak di malam hari dapat memperlambat pencernaan dan dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Apalagi jika Anda menderita heartburn atau refluks asam pada malam hari. Batasi makanan yang digoreng, daging olahan, keju berkualitas rendah dan makanan berlemak lainnya sebelum tidur. Konsumsi lemak sehat seperti minyak kelapa, minyak zaitun, alpukat, kacang-kacangan dan biji-bijian.

  1. Kurangi Stres

Salah satu solusi insomnia terbesar adalah mengurangi stres dan meningkatkan relaksasi. Bagi kebanyakan orang, selain diet yang salah, stress adalah penyebab utama membuat Anda terjaga di malam hari – pikiran Anda mulai berpikir tnpa henti dan Anda tampaknya tidak dapat mematikan otak Anda.

Ada beberapa cara di mana stres mungkin membuat Anda terjaga. Mungkin Anda tidak merasa terlalu stres, tetapi tubuh dan pikiran Anda bereaksi negatif terhadap lingkungan Anda. Berikut adalah kiat untuk mengatasi stres:

  • Hindari menonton TV dan menggunakan alat elektronik yang merupakan stimulan visual. Bukan hanya TV, juga termasuk komputer Anda, iPad atau smartphone Anda, yang terlalu sering berada di samping tempat tidur. Disarankan setidaknya selama 30 menit, idealnya satu jam, sebelum tidur, Anda perlu mematikan semua elektronik.
  • Mulailah membaca sesuatu yang membantu Anda bersantai atau mulai menulis buku harian. Langkah paling sederhana adalah membaca novel, renungan rohani, atau apa pun yang membantu Anda bersantai setidaknya 30 menit sebelum tidur.
  • Berlatihlah bersyukur sebelum tidur. Jika Anda telah menjalani hari yang menyenangkan dan merasa bahagia, ini akan menciptakan hormon tertentu dalam tubuh Anda yang dikenal sebagai endorfin yang membantu Anda tertidur di malam hari.
  • Olahraga adalah salah satu cara paling alami untuk menciptakan endorfin, jadi pertimbangkan untuk berolahraga untuk mendapatkan tidur malam yang nyenyak, terutama untuk anak-anak dan remaja yang sulit tidur. Cobalah berolahraga paling tidak 30–60 menit setiap hari dalam seminggu, idealnya di luar ruangan, jika cuaca memungkinkan.
  1. Gunakan Suplemen Berkualitas

Langkah no. 3 adalah menggunakan suplemen berkualitas, terutama suplemen magnesium, untuk menyembuhkan insomnia tanpa obat. Selain itu, suplemen seperti melatonin dapat membantu, atau akar valerian, tetapi saya tidak menyarankan menggunakannya untuk jangka panjang.

 Kalsium dan magnesium (500 mg kalsium / 250 mg magnesium)  – Mineral ini bekerja bersama untuk membuat relaksasi. Mengkonsumsi suplemen magnesium, sekitar 400 hingga 500 miligram semalam sebelum tidur, dapat membantu Anda mengurangi stres secara alami dan benar-benar memperbaiki masalah tidur.

 Melatonin (1-3 mg setengah jam sebelum tidur)  – Membantu mendukung tidur, paling baik digunakan untuk waktu yang singkat. (14) Jika Anda mengalami jet lag, atau Anda tidak dapat tidur hanya untuk satu atau dua hari, mengonsumsi melatonin sesekali, sekitar 3 gram, tidak masalah. Gunakan melatonin sesekali dalam dosis kecil, tidak secara teratur, karena dapat membentuk kebiasaan.

 Passion flower (500 mg sebelum tidur, atau dalam bentuk teh)  – Membantu merelaksasi sistem saraf dan tidak menyebabkan kantuk. (15)

 Valerian Root (600 mg sebelum tidur)  – Meningkatkan kadar GABA otak Anda untuk memicu sedasi, tetapi biasanya tidak menyebabkan kantuk di pagi hari karena kebanyakan tidur-seperti pada banyak obat atau suplemen yang memengaruhi tidur. (16, 17)

 Vitamin B12 (1500 mcg setiap hari)  – Vitamin B12 mendukung fungsi seluler dan kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan masalah dengan ritme sirkadian. (18)

  1. Gunakan Minyak Esensial

Langkah selanjutnya untuk benar-benar membantu Anda meningkatkan tidur Anda adalah menggunakan minyak esensial, terutama minyak esensial lavender dan minyak esensial chamomile.

Chamomile, bisa digunakan dalam bentuk teh, tetes atau bentuk minyak esensial, adalah salah satu ramuan obat terbaik untuk melawan stres dan meningkatkan relaksasi. (19)

Menghirup uap chamomile sering direkomendasikan sebagai obat alami untuk kecemasan dan depresi, salah satu alasan mengapa minyak chamomile adalah bahan yang populer di banyak lilin, produk aromaterapi dan perawatan rendaman mandi.

Minyak lavender adalah obat insomnia alami yang mendukung tidur. (20) Anda dapat meletakkan lavender di samping tempat tidur di malam hari atau teteskan dan gosok di leher Anda.

Manfaat minyak lavender memiliki senyawa aromatik tertentu yang membantu merilekskan tubuh Anda. Juga, Anda dapat mandi air hangat dengan minyak lavender dan garam Epsom, yang mengandung magnesium.

Jika Anda akan tidur jam 10 malam atau 10:30, lakukan mandi detoks dengan memulai proses sekitar jam 9 malam. Ambil sekitar 20 tetes minyak lavender, gosokkan semuanya ke tubuh Anda dan masuk ke dalam air hangat / hangat dengan garam Epsom, dan bersantai di sana selama sekitar 20 hingga 30 menit.

Ketika Anda keluar, pergi dan baca buku selama 30 menit di tempat tidur dan kemudian tertidur di sana di malam hari.

  1. Ubah Gaya Hidup Anda, Atur Tempat Tidur Anda

Yang terakhir namun juga penting, Anda mungkin perlu mengubah gaya hidup Anda dan menyesuaikan lingkungan di kamar tidur Anda (lampu, suhu, kebisingan, dll) untuk mengatasi insomnia Anda. Misalnya, ahli tidur merekomendasikan beberapa hal yang harus dilakukan di sekitar kamar tidur Anda / rumah untuk membantu meningkatkan kualitas tidur Anda: (21)

  • Buat jadwal tidur dan bangun yang teratur. Ini melatih tubuh Anda untuk merasa mengantuk atau berenergi pada titik-titik tertentu di siang hari.
  • Cobalah untuk tidak bangun kesiangan pada hari-hari tertentu dari beberapa miinggu (tidur lebih dari 9 jam) yang dapat menyebabkan tidur pada malam-malam lainnya. Juga hindari tidur siang yang lama di siang hari.
  • Jagalah kamar tidur Anda sangat gelap. Gunakan tirai gelap / tirai jika perlu, singkirkan perangkat yang memancarkan cahaya dan pertimbangkan untuk mengenakan masker tidur.
  • Jaga suhu di rumah Anda tetap sejuk. Rumah yang sejuk tapi nyaman akan membantu meningkatkan kualitas tidur Anda.
  • Pastikan tempat tidur Anda nyaman. Jika tempat tidur And sudah usang atau rusak, inilah saatnya untuk memilih tempat tidur yang lebih sehat.
  • Jangan merokok, karena nikotin adalah stimulan yang dapat mengacaukan produksi hormon.
  • Jangan berolahraga atau lakukan apa pun yang meningkatkan kadar kortisol atau detak jantung Anda menjadi tidak teratur mendekati waktu tidur.

Peringatan

Jika Anda sudah menderita gejala insomnia selama lebih dari 2–3 minggu, terutama jika Anda tidak yakin mengapa bisa terkena insomnia, bicarakan dengan dokter tentang pilihan  perawatan yang potensial.

Ada kemungkinan bahwa insomnia Anda adalah gejala atau efek samping dari masalah lain, jadi penting untuk mengidentifikasi penyebab yang mendasarinya.

Sebelum mengobati diri sendiri dengan obat-obatan, alkohol atau obat-obatan lainnya, saya sangat menyarankan Anda mendiskusikan dengan dokter atau terapis, apa jenis obat insomnia yang dapat membantu.

Kesimpulan Akhir Terkait Insomnia

  • Insomnia adalah kebiasaan sulit tidur atau ketidakmampuan untuk tidur. Ada banyak penyebab insomnia yang bisa meliputi: stres, kebiasaan gaya hidup yang buruk, pola makan yang buruk, masalah kesehatan mental, penyakit, sakit kronis, dan penggunaan beberapa obat.
  • Orang yang lebih cenderung menderita gejala insomnia termasuk pria, orang dewasa, orang dengan gaya hidup yang penuh tekanan, pecandu alkohol, orang yang merokok dan menggunakan obat-obatan, dan mereka yang memiliki masalah kejiwaan atau masalah suasana hati.
  • Perubahan gaya hidup dapat sangat membantu untuk mengatur pola tidur. Kebiasaan tidur yang baik termasuk berolahraga setiap hari, diet sehat, suplemen, menghilangkan stres dan minyak esensial dapat membantu Anda untuk tertidur dan tetap tidur nyenyak.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.